Perkuat Kesehatan Mental Keluarga, Dinsos P3A Gunungkidul Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Gunungkidul menggelar rapat koordinasi terkait kesehatan mental keluarga pada Jumat (11/9/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Tepo Sliro Dinsos P3A Kabupaten Gunungkidul.

Rapat tersebut menjadi ruang koordinasi lintas sektor untuk membahas berbagai persoalan kesehatan mental yang muncul di tengah keluarga dan masyarakat. Selain aspek kesehatan, permasalahan kesehatan mental juga memiliki keterkaitan erat dengan kondisi sosial, pola pengasuhan, lingkungan keluarga, pendidikan, hingga perlindungan perempuan dan anak.

Dalam pembahasan, Dinsos P3A menekankan pentingnya memperkuat ketahanan keluarga melalui pengasuhan yang tepat serta meningkatkan kemampuan dalam mengenali persoalan kesehatan mental sejak dini. Penanganan tidak hanya membutuhkan semangat untuk membantu, tetapi juga harus didukung dengan mekanisme asesmen, rujukan, dan penanganan yang jelas.

Koordinasi juga membahas kebutuhan layanan psikologis dan psikiatri, khususnya bagi anak dan remaja. Sejumlah kasus di lapangan menunjukkan bahwa persoalan yang dialami anak dapat berkaitan dengan berbagai faktor, seperti kesulitan belajar, pola pengasuhan, perundungan atau bullying, kondisi ekonomi, maupun pengalaman yang terjadi sebelumnya.

Dalam forum tersebut, perwakilan Puskesmas Patuk 2 menyampaikan sejumlah kendala yang masih ditemui dalam proses rujukan pasien dengan permasalahan kesehatan mental. Kondisi kedaruratan yang disertai perilaku kekerasan, misalnya, membutuhkan penanganan secara cepat melalui layanan kegawatdaruratan. Sementara itu, penanganan kasus anak dan remaja perlu memperhatikan kebutuhan asesmen psikologis agar intervensi yang diberikan sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

Pembahasan juga menyoroti pentingnya membedakan penanganan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan Orang dengan Masalah Kesehatan Mental (ODMK). Keduanya membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing, termasuk melalui fasilitas pelayanan kesehatan dan mekanisme rujukan yang tepat.

Kepala Dinsos P3A Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa penguatan koordinasi menjadi hal penting mengingat persoalan kesehatan mental sering kali bersinggungan dengan berbagai layanan. Dalam kondisi tertentu, pasien perlu mendapatkan penanganan di unit gawat darurat maupun dirujuk ke fasilitas kesehatan yang memiliki layanan kesehatan jiwa.

Dinsos P3A juga menyampaikan rencana untuk mendorong koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Kesehatan, termasuk terkait pengembangan layanan rawat inap jiwa di RSUD. Saat ini, RSUD telah memiliki ruang rawat inap jiwa yang masih dalam proses kredensial dan untuk sementara dapat digunakan sebagai ruang transit sebelum pasien mendapatkan rujukan lanjutan.

Selain layanan kesehatan, dukungan sosial juga menjadi bagian penting dalam penanganan. Dinsos P3A memiliki program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang dapat menjangkau korban maupun pelaku dalam kasus tertentu. Di sisi pelayanan, seluruh puskesmas di Gunungkidul juga terus diperkuat dalam memberikan layanan terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui aspek medis, sosial, maupun hukum.

Pertemuan tersebut turut membahas penguatan jejaring di tingkat kapanewon dan kalurahan. Dukungan seperti ambulans desa, koordinasi dengan panewu, serta penguatan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) menjadi bagian yang perlu dioptimalkan agar penanganan masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat dan terintegrasi.

Ke depan, para pihak mendorong penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang lebih jelas dalam penanganan persoalan kesehatan mental, termasuk mekanisme asesmen, pendampingan, rujukan, hingga tindak lanjut. Dengan adanya koordinasi yang lebih kuat, masyarakat diharapkan memperoleh akses layanan yang tepat sesuai kebutuhan.

Penguatan kesehatan mental keluarga bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan keluarga, pemerintah, sekolah, fasilitas kesehatan, serta masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, suportif, dan mampu memberikan pertolongan sejak dini.

Melalui sinergi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya membangun sistem dukungan yang lebih kuat agar persoalan kesehatan mental dapat ditangani secara komprehensif sekaligus memperkuat ketahanan keluarga di Kabupaten Gunungkidul.

Previous Dinsos P3A Gunungkidul Perkuat Jejaring Perlindungan Perempuan dan Anak Bersama PHRI

Leave Your Comment

Skip to content