Perempuan Desa PRIMA Kalurahan Tepus Dilatih Olah Pangan Lokal Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Perempuan anggota Desa PRIMA Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Perempuan Desa PRIMA di Balai Kalurahan Tepus, Selasa (4/8/2026). Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas perempuan sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal untuk mendukung perekonomian keluarga.

Lurah Tepus, Hendro, mengatakan kegiatan tersebut sebelumnya telah diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada 2025. Ia berharap pelatihan yang terlaksana melalui dukungan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Gunungkidul itu dapat memberikan manfaat bagi perempuan di Kalurahan Tepus. “Semoga kegiatan ini bisa lebih bermanfaat untuk membantu ibu-ibu memberdayakan ekonominya. Anggaran kami terbatas, sehingga kami berterima kasih kepada dinas yang sudah merealisasikan kegiatan ini,” ujar Hendro dalam sambutannya.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Murniasih, S.IP. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah kalurahan, dan masyarakat dalam menjalankan program pemberdayaan perempuan. Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan praktik pengolahan pangan lokal yang dipandu narasumber, Ismini. Peserta diajak mengembangkan bahan pangan lokal berupa gaplek menjadi olahan yang lebih beragam. Dalam praktik tersebut, gaplek diolah menjadi steak gaplek dan cookies.

Pemanfaatan gaplek sebagai bahan dasar produk makanan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah pangan lokal. Bahan yang selama ini lekat dengan pangan tradisional Gunungkidul tersebut dapat dikembangkan menjadi produk dengan bentuk dan penyajian yang lebih beragam. Ismini juga mendorong peserta untuk tidak berhenti pada praktik selama pelatihan. Peserta diharapkan dapat mencoba kembali secara mandiri dan mengembangkan berbagai menu berbahan pangan lokal yang tersedia di Kalurahan Tepus.

Hasil pelatihan juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta dalam mempersiapkan diri mengikuti lomba panganan lokal. Peserta dapat mengembangkan menu yang telah dipraktikkan maupun menambahkan kreasi baru dengan memanfaatkan tanaman dan bahan pangan lokal yang tersedia di lingkungan Kalurahan Tepus. Melalui kegiatan Desa PRIMA, pemberdayaan perempuan tidak hanya diarahkan pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada kemampuan mengolah potensi lokal menjadi peluang ekonomi. Pengembangan keterampilan tersebut diharapkan dapat mendorong perempuan untuk semakin produktif dan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan sumber daya yang ada di daerahnya.

Previous Dinsos PPPA Gunungkidul Latih Kalurahan Susun Perencanaan Pembangunan Responsif Gender

Leave Your Comment

Skip to content