Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunungkidul bersama Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Taruna Siaga Bencana (TAGANA) menyelenggarakan kegiatan Sahabat Tagana Junior Istimewa Yogyakarta (SATRIYO) di MIN 4 Gunungkidul pada Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana bagi anak-anak sejak usia sekolah dasar.
SATRIYO merupakan pengembangan dari Program Tagana Masuk Sekolah (TMS) yang dirancang untuk memperkuat pengetahuan, karakter, dan kepedulian peserta didik terhadap potensi bencana di lingkungan sekitarnya. Melalui program ini, siswa diperkenalkan pada berbagai jenis bencana, potensi risiko yang mungkin terjadi, serta langkah-langkah sederhana dalam upaya pengurangan risiko bencana.
Pelaksanaan kegiatan dikemas secara interaktif, edukatif, dan menyenangkan sehingga materi dapat diterima dengan baik oleh para siswa. Berbagai metode pembelajaran diterapkan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengenali tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
Selain memberikan pemahaman mengenai kebencanaan, kegiatan ini juga bertujuan membangun karakter siswa agar memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Penanaman nilai-nilai kesiapsiagaan sejak dini diharapkan dapat membentuk generasi yang tangguh, mampu beradaptasi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dari risiko bencana.
Melalui kolaborasi antara Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunungkidul, Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta, dan TAGANA, diharapkan edukasi kebencanaan dapat terus menjangkau lebih banyak satuan pendidikan. Dengan demikian, budaya sadar bencana dapat tumbuh sejak dini dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari peserta didik, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Kegiatan SATRIYO menjadi salah satu wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menghadapi berbagai potensi bencana. Melalui edukasi yang berkelanjutan, diharapkan lahir generasi yang lebih tangguh, peduli, dan siap menghadapi berbagai tantangan kebencanaan di masa depan.