Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Gunungkidul menerima kunjungan audiensi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Selasa, 7 Juli 2026, di Kantor Dinsos P3A Kabupaten Gunungkidul. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan perlindungan sosial yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Audiensi tersebut dilaksanakan dalam rangka Kajian Kebijakan Strategi Integrasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk Transisi Menuju Pemberdayaan Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan Desa yang dilakukan oleh BRIN. Kajian ini merupakan tindak lanjut atas kebutuhan riset dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat melalui Forum Komunikasi Riset dan Inovasi (FKRI) Tahun 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Dinsos P3A Kabupaten Gunungkidul memaparkan berbagai peran dan strategi pemerintah daerah dalam penyelenggaraan program perlindungan sosial. Beberapa program yang menjadi fokus pembahasan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN), Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE), pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), serta penguatan sinergi melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD).
Melalui sesi diskusi dan konfirmasi data, kedua belah pihak bertukar informasi mengenai implementasi program bantuan sosial di daerah, tantangan yang dihadapi, serta berbagai praktik baik yang telah dilakukan dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan. Data dan masukan dari pemerintah daerah diharapkan dapat memperkaya hasil kajian sehingga rekomendasi kebijakan yang dihasilkan lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.
Hasil kajian ini diharapkan menjadi landasan dalam merumuskan strategi integrasi Bantuan Langsung Tunai yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mampu mendorong transisi menuju pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan demikian, berbagai program perlindungan sosial dapat saling terintegrasi, lebih tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kolaborasi antara BRIN dan Dinsos P3A Kabupaten Gunungkidul ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menghadirkan kebijakan berbasis data dan riset. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu menghasilkan inovasi kebijakan yang mendukung percepatan pengentasan kemiskinan serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.