Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Kabupaten Gunungkidul berlangsung di Bangsal Sewoko Projo pada Jumat (31/7). Kegiatan mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan” serta dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Forum Anak Kabupaten Gunungkidul Masa Bakti 2026–2028. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak anak sekaligus memberikan perlindungan agar anak dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, nyaman, sehat, dan inklusif.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Supriyanto, S.E., M.T., menyampaikan bahwa anak merupakan generasi penerus bangsa yang membutuhkan kesempatan untuk berkembang serta perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan dan permasalahan sosial. Perkembangan teknologi digital, menurutnya, memberikan banyak manfaat bagi anak dan remaja. Namun, di sisi lain, penggunaan teknologi tanpa pendampingan dan pengawasan yang memadai juga dapat menghadirkan berbagai risiko, termasuk terhadap kesehatan mental anak.
Oleh karena itu, diperlukan peran aktif keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah dalam menciptakan ruang tumbuh yang aman bagi anak. Anak juga diharapkan tidak takut untuk meminta bantuan kepada orang tua, guru, maupun pihak yang berwenang apabila menghadapi permasalahan atau menjadi korban kekerasan.Salah satu rangkaian utama dalam kegiatan HAN 2026 adalah pelantikan Pengurus Forum Anak Kabupaten Gunungkidul Masa Bakti 2026–2028.
Pelantikan tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam memperkuat partisipasi anak dalam pembangunan serta mendorong pemenuhan hak dan perlindungan khusus bagi anak. Pengurus Forum Anak diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai Pelopor dan Pelapor (2P). Sebagai pelopor, Forum Anak diharapkan mampu menjadi teladan dan mengajak teman sebaya untuk melakukan berbagai kegiatan positif. Sementara sebagai pelapor, Forum Anak diharapkan berani menyampaikan atau melaporkan apabila menemukan pelanggaran hak anak maupun berbagai bentuk kekerasan terhadap anak.
Peran tersebut diharapkan dapat mendorong anak untuk turut mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi sesama anak. Selain pelantikan, kegiatan juga diisi dengan penyampaian materi “Membangun Ketahanan Mental Remaja di Era Digital” yang disampaikan oleh Yulia Mukti Rufaida, M.Psi., Psikolog. Materi membahas perkembangan remaja serta berbagai tantangan kesehatan mental yang muncul di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain cyberbullying, FOMO (Fear of Missing Out), judi online, adiksi gim, dan child grooming.
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya langkah pencegahan melalui peningkatan literasi digital, penguatan peran keluarga, serta menjaga keseimbangan antara aktivitas di dunia digital dan kehidupan nyata. Pendampingan dan komunikasi yang baik antara anak dengan orang tua menjadi bagian penting dalam membantu anak menghadapi berbagai persoalan di dunia digital. Penanganan juga diperlukan ketika anak telah menjadi korban maupun mulai menunjukkan tanda-tanda kecanduan terhadap aktivitas digital. Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh pihak dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, dan Forum Anak menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, ramah, dan inklusif bagi seluruh anak di Kabupaten Gunungkidul. Melalui penguatan peran Forum Anak dan peningkatan ketahanan mental anak di era digital, diharapkan semakin banyak anak Gunungkidul yang mampu tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berprestasi, berkarakter, dan berani menyuarakan haknya. Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan. Bersama wujudkan Gunungkidul Ramah Anak menuju Generasi Emas Indonesia 2045.