Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan Kampanye Perlindungan Perempuan dan Anak bersama PKK dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) di RM Sego Abang Gunungkidul, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman sekaligus memperkuat peran organisasi perempuan dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Selain itu, kegiatan diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan keluarga dan masyarakat yang aman, peduli, serta responsif terhadap persoalan perlindungan perempuan dan anak.
Dalam sambutannya, Kepala Dinsos PPPA Kabupaten Gunungkidul menekankan pentingnya keterlibatan PKK dan DWP sebagai penggerak pencegahan kekerasan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Kader PKK dan anggota DWP diharapkan mampu berperan dalam melakukan deteksi dini terhadap indikasi kekerasan, memberikan edukasi mengenai pengasuhan anak, serta turut berkontribusi dalam upaya pencegahan perkawinan anak.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Nelly Tristiana dari Yayasan ABISATYA. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman mengenai gender dan perlindungan perempuan, situasi kekerasan terhadap perempuan dan anak, kesetaraan gender, bentuk-bentuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta upaya pencegahan dan penanganan kekerasan.
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai keterampilan konseling dasar, termasuk bagaimana memberikan dukungan kepada korban kekerasan secara empatik dan tanpa menghakimi. Selain itu, disampaikan pula informasi mengenai mekanisme pengaduan melalui layanan perlindungan perempuan dan anak yang dapat dimanfaatkan masyarakat ketika menghadapi atau mengetahui adanya kasus kekerasan.
Melalui kampanye ini, Dinsos PPPA Kabupaten Gunungkidul berharap PKK dan DWP semakin aktif dalam menyebarluaskan informasi, meningkatkan kepedulian, serta menjadi penggerak di tengah masyarakat dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Sinergi antara pemerintah, organisasi perempuan, keluarga, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kabupaten Gunungkidul yang ramah perempuan, peduli anak, dan bebas dari kekerasan.