RAT KEP Desa Prima PUSPITA Rejosari Bahas Evaluasi dan Rencana Penguatan Usaha Anggota

Kelompok Ekonomi Produktif (KEP) Desa Prima PUSPITA Kalurahan Rejosari, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada Selasa, 13 Januari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Kalurahan Rejosari mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB dan diikuti sekitar 30 orang anggota.

RAT ini menjadi agenda penting dalam rangka evaluasi pelaksanaan kegiatan Desa Prima PUSPITA selama tahun 2025 sekaligus merumuskan arah pengembangan kelompok ke depan. Rapat dibuka dengan ucapan syukur serta apresiasi atas kehadiran seluruh anggota yang tetap berkomitmen mendukung keberlangsungan kegiatan Desa Prima.

Dalam sambutannya, Bamuskal Kalurahan Rejosari menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir. Ia juga mengajak seluruh anggota untuk memberikan masukan dan saran terkait langkah-langkah yang dapat diambil menyikapi belum tersedianya anggaran Dana Keistimewaan. Meski demikian, diharapkan kegiatan Desa Prima PUSPITA tetap dapat berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi para anggotanya.

Pada sesi pemaparan laporan kegiatan tahun 2025, disampaikan bahwa RAT kali ini merupakan RAT kedua sejak Desa Prima PUSPITA dibentuk berdasarkan SK Nomor 400.2/61 tanggal 22 Januari 2024. Keanggotaan kelompok bersifat bebas dan terbuka, tidak hanya terbatas pada pelaku usaha makanan, tetapi juga mencakup penjahit serta pemilik warung kelontong.

Sepanjang tahun 2025, jumlah anggota mengalami peningkatan dari 24 orang menjadi 27 orang. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan, antara lain bazar produk serta pendampingan usaha yang difasilitasi oleh Ibu Rahma. Selain itu, Desa Prima PUSPITA juga memperoleh dukungan anggaran berupa snack dan minum pada tahun 2024 dan 2025, serta mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas ke Desa Prima Putat, Kapanewon Patuk.

Kelompok juga telah menerima bantuan sarana dan prasarana berupa tenda, televisi LED, dan laptop, serta pelatihan pembuatan bolu singkong. Namun demikian, masih terdapat beberapa hambatan yang dihadapi, seperti keterbatasan dana, jumlah anggota yang belum maksimal, serta rumah produksi bolu kelapa yang saat ini masih menumpang di rumah salah satu anggota. Aset produksi yang dimiliki juga masih terbatas, yakni dua oven kecil dengan kapasitas produksi yang belum optimal.

Menanggapi laporan tersebut, perangkat desa menyampaikan apresiasi atas kinerja Desa Prima PUSPITA yang dinilai mampu menutup buku tahun 2025 dengan baik. Desa Prima PUSPITA dipandang sebagai kelompok yang berkembang cukup positif. Disampaikan pula bahwa kemungkinan kegiatan dapat kembali berjalan mulai bulan April, meskipun saat ini masih dalam proses terkait status tanah yang masih merupakan tanah Sultan.

Arahan dan motivasi juga disampaikan oleh Ibu Diana selaku Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Ia mendorong seluruh anggota agar tetap semangat dalam mengembangkan Desa Prima PUSPITA. Menurutnya, kemajuan tidak harus dicapai secara instan. Dengan memulai dari langkah kecil, semangat gotong royong, serta kekompakan antar anggota, Desa Prima PUSPITA Rejosari diyakini dapat tumbuh menjadi kelompok usaha yang besar dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Rapat ditutup dengan harapan agar Desa Prima PUSPITA terus meningkatkan jumlah anggota, memperkuat aset kelompok, serta mengembangkan kegiatan pelatihan dan peningkatan kapasitas guna mewujudkan kemandirian ekonomi perempuan di Kalurahan Rejosari.

Previous Dinsos PPPA Gunungkidul Salurkan Bantuan Permakanan bagi Lansia Terlantar di Nglipar

Leave Your Comment

Skip to content