Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan Digelar di Kalurahan Ngalang

Pemerintah Kalurahan Ngalang menyelenggarakan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan pada Rabu, 10 Desember 2025, bertempat di Balai Kalurahan Ngalang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah segala bentuk kekerasan, khususnya terhadap perempuan, serta bertepatan dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia.

Kegiatan dibuka oleh Lurah Ngalang yang dalam sambutannya menegaskan bahwa lingkungan Kalurahan Ngalang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan saling menghormati. Ia menyampaikan bahwa di Ngalang tidak ada ruang bagi tindakan perundungan (bullying), baik di lingkungan sosial maupun keluarga. Peran ibu dinilai sangat penting dalam rumah tangga, namun keharmonisan keluarga juga harus didukung oleh para suami dengan memenuhi kewajiban serta menghormati istri, disertai evaluasi dan komunikasi yang baik dalam keluarga.

Lurah Ngalang juga mengapresiasi kreativitas anak-anak di wilayahnya yang dinilai luar biasa, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong, hidup rukun, damai, dan tentrem. Ucapan terima kasih disampaikan kepada para Ketua RT/RW, Karang Taruna, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap kegiatan kampanye tersebut membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh peserta.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ibu Ari, yang menjelaskan bahwa kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan merupakan rangkaian kegiatan nasional dan internasional yang berlangsung selama 16 hari, dimulai dari Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan hingga berakhir pada Hari HAM Sedunia. Ia menyampaikan apresiasi atas partisipasi Kalurahan Ngalang yang dinilai sebagai salah satu wilayah paling aktif dan maju dalam pelaksanaan kampanye ini, sekaligus menjadi bahan evaluasi positif bagi pihak terkait.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan piagam penghargaan Jambore Kejuaraan Forum Anak, termasuk lomba desain poster, serta penyerahan sarana dan prasarana pendukung sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan pemberdayaan anak dan perempuan.

Melalui sesi paparan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai bentuk kekerasan, khususnya perundungan di dunia digital. Disampaikan bahwa kasus cyber bullying dan serangan digital kian marak, di mana perempuan sering menjadi sasaran maupun mengekspresikan emosi negatif melalui media sosial. Data menunjukkan bahwa kasus serangan siber dapat mencapai jutaan kejadian setiap tahunnya, sehingga diperlukan kesadaran bersama untuk bijak bermedia sosial dan saling melindungi.

Kegiatan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan di Kalurahan Ngalang ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat, memperkuat peran keluarga dan komunitas, serta mendorong terciptanya lingkungan yang aman, setara, dan bebas dari kekerasan bagi perempuan dan anak.

Previous Dinsos PPPA Gunungkidul Gelar Rapat Persiapan Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya 2025

Leave Your Comment

Skip to content