Pendampingan desa prima di Balai Kalurahan Girisekar kapanewon Panggang

Pada Hari Jumat tanggal 2 Februari 2024 diadakan Pendampingan desa prima di Balai Kalurahan Girisekar kapanewon Panggang dihadiri oleh kepala bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ibu Sarjiyatmi SE,MM dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gunungkidul  serta tim pendamping Ibu Bertha sebagai narasumber Desa Prima beserta Kepala Seksi Pemberdayaan Perempuan Ibu Murniasih S.IP.

Dalam acara tersebut Pak Lurah Girisekar Kapanewon Panggang Bapak Sutarpan memberikan sambutan bahwa telah berjalan 2 tahun girisekar berupaya agar menjadi Desa Prima, karena desa ini memiliki potensi dana desa digunakan untuk mengadakan pelatihan yang bersal dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kemudian disertakan juga modal dalam hal peralatan produksi yang juga bersumber dari provinsi,

Ibu Kepala Bidang PPPA juga menyampaikan bahwa desa prima sekarmaju telah terbentuk tahun ini, di SK nanti sama dengan sosialisasi kemarin, pada tahun 2024 naik menjadi 50 desa prima hal ini menjadi prestasi mengingat di luar Gunungkidul hanya berkisar antara 20 desa prima saja, kaiitannya dengan administrasi ada yang memiliki tahap tumbuh, berkembang, maupun maju. Nanti akan mendapatkan desa mandiri budaya yang juga ada 7. Kami berharap girisekar juga mendapat predikat desa Mandiri budaya.

Nanti ciri khas desa bisa diupayakan bersama mulai 2021 sudah berkembang, 1 bulan terakhir saja sudah ada 180 juta yang digunakan dari total 500 juta,

ada yang sudah ditetapkan oleh kelurahan namun belum ditetapkan oleh provinsi dan harus diakui oleh provinsi, panti radya yang mengelola dana keistimewaan.

Kemudian Narasumber Ibu bertha juga menyampaikan bahwa posisi daya tawar akan menguat apabila ada pemberdayaan perempuan tidak hanya sebatas simpan pinjam. minimal partisipasi perempuan ada 30% namun kenyataannya baru 1 yang perempuan. Ibu-ibunya belajar kearah manajemen perusahaan, dananya 20 Juta, kegiatan UMKM, peyek kacang, kacang ijo, rebon tunjukkan kualitasnya, rengginang kecil aneka rasa, rasa cumi, apa yang paling cock menurut daerahnya, segmentasi pasar, manajemen pemasaran sederhana, pisang tanduk sudah ada, desa preneur belum ada, permasalahan KDRT juga perlu ditanggulangi ,ketika menjual produk yang profesional  mencantumkan no.hp tidak boleh pada kemasannya kecuali call center.

Previous Kunjungan Tamu dari Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

Leave Your Comment

Skip to content